Manusia Dan Pandangan Hidup
Manusia
Dan pandangan Hidup
Setiap manusia memiliki pandangan hidup dan setiap
diantara mereka memiliki pandangan hidup yang bebeda beda, Pandangan hidup itu
bersifat kodrati , karena itu ia menentukan masa depan seseorang.
Pandangan hidup adalah
nilai-nilai yang dianut oleh suatu masyarakat, yang dipilih secara selektif
oleh para individu dan golongan di dalam masyarakat (Koentjaraningrat, 1980).
Pandangan hidup terdiri atas citacita, kebajikan, dan sikap hidup. Cita-cita, kebajikan,
dan sikap hidup itu tak dapat dipisahkan dengan kehidupan. Dalam kehidupannya
manusia tidak dapat melepaskan diri dari cita-cita, kebajikan, dan sikap hidup
itu (Suyadi, M.P., 1985).
Cita-cita merupakan salah satu
bagian dari pandangan hidup , Cita-cita saya sampai saat ini pun masih labil.
Saat kecil saya ingin menjadi dokter , mungkin karna dahulu saya sangat suka dengan
pelajaran IPA (SD , SMP). Lalu saat SMK saya sudah agak sulit memahami tentang
IPA Karna tingkatnya sudah lebih tinggi dan dibagi-bagi menjadi Fisika , Kimia
dan Bilogi kemudian saya menemukan hal yang saya sukai lagi yaitu teknologi dan
cita-cita saya pun berubah menjadi seorang Programer Web yang sampai sekarang
saya masih menyukai Program tetapi sekarang jangkauannya lebih luas karena
menurut saya Web saja tidak lah cukup , program lain juga saya harus pelajari
walau hanya sekedar tahu dan mengerti tetapi tidak saya geluti. Lalu
bagaimanakah dengan anda ?? apakah memiliki masalah yang sama dengan saya ??
jika sama mari ambil hikmahnya saja , Diumur segitu memang kita masih labil
tetapi dengan kelabilan itu setidaknya kita bisa mendapat passion yang benar –
benar cocok dengan kita. Passion tidak bisa dipaksakan , untuk orang tua
khususnya jangan memaksakan anak mengikuti apa yang kita mau , tapi ikuti apa
yang mereka mau , karena yang akan menjalankan hidupnya ya mereka sendiri bukan
anda , tugas anda sebagai orang tua hanya untuk mensupport anaknya menjadi apa
yang mereka inginkan , tetapi jika anak anda melenceng dari jalur yang benar
tugas anda meluruskannya kembali. Jika anda memaksakan kehendak untuk anak
mengikuti kemauan anda maka jangan salahkan anak anda jika gagal nanti.
Yang menjadi salahsatu bagian dari
pandangan hidup selanjutnya adalah kebajikan, kebajikan adalah perbuatan yang
mendatangakan kebaikan pada kakekatnya sama dengan perbuatan normal , perbuatan
yang sesuai dengan norma-norma agama dan etika. Manusia berbuat baik , karena
menurut kodratnya manusia itu baik , makhluk bermoral. Atas dorongan suara
hatinya manusia cenderung berbuat baik.
Sebagai makhluk sosial manusia hidup
bermasyarakat , manusia saling membutuhkan , saling menolong , saling
menghargai sesame anggota masyarakat. Sebaliknya pula saling mencurigai ,
saling membenci , saling merugikan , dan sebagainya.
Sebagai makhluk Pribadi , manusia
dapat menentukan sendiri apa yang baik dan apa yang buruk menurut suara hati
dirinya.
Jadi kesimpulannya Kebajikan adalah
perbuatan baik atau buruknya ditentukan oleh individu itu sendiri , jika
pandangan hidupnya tentang sesuatu itu baik maka dia akan berbuat baik ,
sebaliknya jika pandangan nya terhadap sesuatu itu buruk maka dia akan berbuat
buruk sesuai dengan hati nurani nya. Karena yang baik menurut kita tapi belum
tentu baik menurut orang lain. Contoh : Orang lain memberikan uang kepada
pengemis yang masih muda , tetapi saya tidak ingin memberikan seperserpun
kepada orang tersebut. Orang bisa saja berfikir bahwa saja Jahat/Pelit dsb.
Tapi menurut pandangan saya , jika saya memberikan orang itu uang maka orang
tersebut tidak akan mau mencari kerja yang halal , dan akan menjadi malas
seumur hidupnya. Jadi jelas bukan maksud saya Baik dan Buruknya suatu hal
dilihat dari individu itu sendiri bukan hanya dari satu pihak saja.
Dalam menjalankan pandangan hidupnya
pasti ada usaha , usaha atau perjuangan adalah kerja keras untuk mencapai
tujuan. Sebagian bahkan seluruh hidup manusia adalah perjuangan , tanpa usaha /
perjuangan manusia tidak dapat hidup sempurna. Apabila manusia bercita-cita
menjadi kaya maka dia harus bekerja keras lebih dari orang lain.
Untuk bekerja keras manusia memiliki
batasan oleh kemampuan dari individu itu sendiri. Karena kemampuannya terbatas
itulah timbul perbedaan tingkat kemakmuran antara manusia satu dan manusia
lainnya. Manusia yang melakukan usaha lebih sedikit dari orang lain bukan
berarti dia tidak berusaha , tapi memang dirinya dibatasi oleh kemampuan dan
pengetahuannya. Contoh : si A bisa mengerjakan soal MTK dengan waktu singkat ,
sedangkan si B Mengerjakan nya dengan waktu yang lambat. Mereka berdua sudah
melakukan usaha , dan bukan berarti usaha si A lebih besar daripada si B , tapi
malah justru usaha si B lebih banyak daripada si A , kenapa ?? karena si A
sudah mengerti tentang soal tersebut dan hanya tinggal mengerjakannya saja ,
tetapi si B belum mengerti tentang soal yang diberikan maka si B harus mengerti
terlebih dahulu soalnya baru dia mengerjakan soal tersebut.
Karena keterbatasan setiap individu
maka terbentuklah sebuah kerja sama antara manusia agar keterbatasannya itu
diharap dapat ditutupi oleh orang yang bekerja sama dengan dia , dan kekurangan
orang tadi dapat di tutupi oleh kelebihan dia. Jadi saling melengkapi itu harus
dalam sebuah kerja sama , saling membantu.
Selanjutnya adalah keyakinan dan
kepercayaan dalam pandangan hidup , keyakinan dan kepercayaan merupakan dasar
dari pandangan hidup manusia , karena berhubungan dengan tuhan dan hatinya.
Keyakinan pun pada dasarnya sesuai dengan hati nuraninya , tetapi menurut saya
sekarang lebih kepada keturunan , karena orang tua pasti mempunyai keyakinan
terlebih dahulu dibandingkan anaknya dan pastinya orangtua ingin anaknya
memiliki keyakinan yang sama dengannya. Terlebih keyakinan adalah hal yang
sangat mendasar dan sangat penting bagi setiap manusia yang menjadi acuan dalam
hidupnya.
Selanjutnya adalah langkah
berpandangan hidup yang baik , pandangan hidup yang baik menurut saya pribadi
adalah yang sesuai dengan hati nurani sendiri yang benar-benar menurut kita itu
benar dan baik untuk kita , tidak ada yang salah dalam memilih pandangan hidup
tapi teliti terlebih dahulu , apakah itu baik untuk kita dan orang lain ?? jika
baik lanjutkan dan jalankan , jika tidak maka jangan jalankan , karena jika
kita menjalankan sesuatu yang tidak baik untuk diri dan oranglain maka kita
akan gagal mencapai tujuan.
Saya sebagai penulis belum ada satu
cita-cita besar pun yang tercapai , tapi jika cita-cita kecil seperti lulus SD
, SMP , SMK sudah tercapai dengan baik. Cita-Cita yang besar saya salah satunya
adalah menjadi sukses dan membuat orang tua bangga. Bagaimana dengan dirimu ??
Apakah cita-cita yang besar dan kecil mu sudah tercapai ?? Kalau belum terus
lah berusaha jangan pernah menyerah , jika sudah buatlah cita-cita baru yang
akan kamu jalani selanjutnya karena pada dasarnya manusia akan berhenti
bercita-cita setelah tubuhnya terpisah dengan rohnya.
Selesai sudah bahasan tentang Manusia dan Pandangan Hidup semoga bermanfaat
terutama bagi saya dan umumnya bagi kita semua.
“Teruslah Bermimpi , karena
mimpi itulah yang akan membuat kita menjadi besar”
“Cita-Cita boleh setinggi
langit tapi lihat terlebih dahulu kemampuan kita , mampukan kita mencapainya?”
Komentar
Posting Komentar