M13 - DPG
Hirarki Visual dalam Desain Website
Hierarki Visual
berkembang dari Prinsip Gestalt. Focal Point adalah
salah satu elemen dalam prinsip Gestalt, dimana prinsip ini akan membentuk Hierarki
Visual dalam sebuah komposisi. Ada beberapa cara untuk membuat hierarki dalam
desain website menggunakan unsur-unsur dasar desain seperti garis, bentuk,
ruang, warna, tekstur, ukuran, dan tipografi. Namun, ini bukan merupakan aturan
pokok dalam membuat Hierarki Visual dalam desain. Semuanya tentu bergantung
pada bagaimana Anda mengkombinasikan semua unsur desain sesuai dengan tujuan
dan selera Anda.
Menggunakan Unsur Garis
Garis merupakan unsur
desain yang menghubungkan satu titik dengan titik lainnya baik itu berbentuk
lurus maupun kurva. Unsur/elemen garis yang berdiri sendiri dapat membentuk
sebuah hierarki visual pada desain website.
Penerapan garis pada
website secara umum dapat memberikan kesan pembatas antara bagian satu dengan
lainnya. Garis juga bisa digunakan sebagai bidang grafis pembatas untuk
memperindah tampilan layout halaman webstite.
Pada tampilan website di
atas, Hierarki Visual terbentuk dari unsur tipografi dan garis sebagai
pembatas. Mata Anda pertama kali akan tertuju pada headline website Welcome
to kemudian akan terarahkan karena tulisan East Room.
Bentuk
Bentuk berasal dari titik
pertemuan garis yang saling terhubung. Bentuk dapat berupa objek 2 dimensi
maupun 3 dimensi. Berdasarkan sifatnya, bentuk dapat dikategorikan menjadi
tiga: huruf, simbol, dan bentuk nyata (misalnya kotak, lingkaran, segi tiga,
segi enam, dan lain-lain).
Penerapan unsur bentuk
dalam desain website bisa berupa foto atau gambar, terlebih karena pada umumnya
frame foto berbentuk persegi panjang. Penggunakan foto atau gambar
besar pada halaman website sebagai background dapat menarik perhatian
pengunjung serta menjaga mata tetap terfokus pada satu pesan Anda selama beberapa
detik, sebelum kemudian mengarah ke keterangan berikutnya dengan
kata-kata yang berdekatan.
Website ini menggunakan
Hierarki Visual yang terbentuk dari foto backgroud berukuran besar, terfokus
pada gambar headset. Gunanya tentu saja untuk mencuri perhatian pengunjung,
sebelum kemudian pengunjung diarahkan menuju teks copy di sebelah kanan gambar
headshet. Website resmi Nike juga menerapkan hal yang sama. Di sini
perhatian pertama Anda pasti akan tertuju pada foto background.
Ruang/White Space
Merupakan jarak yang
memisahkan suatu elemen dengan elemen lain. Meskipun disebut whitespace, bukan berarti ruang yang sebenarnya harus
berwarna putih. Ruang kosong/ whitespace dapat diisi dengan warna apapun
asalkan bebas dari unsur-unsur seperti teks, gambar, dan sebagainya. Dalam
bentuk fisiknya, pengidentifikasian whitespace digolongkan menjadi dua unsur,
yaitu objek (figure) dan latar belakang (background).
Whitespace erat kaitannya
dengan kemewahan serta kecanggihan. Whitespace terbentuk dari cara mengatur
teks, mengatur elemen dan membimbing pengunjung memperhatikan unsur-unsur
tertentu.
Contoh penggunaan whitespace yang paling familiar adalah Google. Homepage google
penuh dengan spasi sehingga Anda bisa fokus pada kolom pencarian.
Warna dan Kontras
Warna adalah spektrum
cahaya. Identitas suatu warna ditentukan oleh panjang gelombang cahaya
tersebut.
Setiap warna memiliki
makna sendiri, penjelasan ini bisa Anda baca pada artikel Kombinasi Warna
Efektif untuk Desain Website Anda. Hierarki Visual warna terbentuk dari kontras
antar warna, atau warna berlawanan yang juga sering disebut dengan warna
komplementer. Namun grafik dari roda warna berikut tak selalu menjadikan acuan
sebagai pembentuk Hierarki Visual, karena kontras sendiri bisa antar hitam dan
putih. Pada intinya warna yang kontras itu saling bersebrangan satu antar yang
lain di dalam grafik lingkar warna.
Hal ini mempunyai pengaruh yang sangat besar pada
Hierarki Visual. Sebagai contoh, silakan lihat ilustrasi di bawah ini. Anggap
seakan-akan ini adalah tampilan website,terdapat bakcground, konten, dan CTA.
Mata Anda pasti akan
lebih tertarik untuk melihat komposisi warna yang di sebelah kanan. Karena
sesuai dengan teori komplementer dalam warna, warna yang berlawanan akan
menimbulkan kontrast tinggi sehingga lebih menarik perhatian. Meskipun dalam
ilustrasi di atas tinggkat kepekatan warna biru tidak pekat namun tetap
mewakili biru kontras dengan orange.
Hirarki dengan Tekstur
Tekstur merupakan
visualisasi permukaan suatu benda. Dalam desain visual, tekstur memang tidak
dapat serta merta disentuh maupun diraba. Biarpun demikian, tekstur (kerap
disebut sebagai corak) tetap banyak digunakan.
Penerapan tekstur kerap dimanfaatkan untuk Hierarki
Visual. Tekstur dapat menyoroti elemen seperti judul, ikon, dan tombol. Ia
menarik perhatian mata kepada tombol call-to-action maupun headline dalam
sebuah website.
Hirarki dengan Ukuran
Ukuran lekat kaitannya
dengan perbandingan ukuran suatu bentuk dengan bentuk
lain. Dengan menggunakan perbandingan ukuran ini Anda dapat menciptakan
kontras pada objek desain. Tujuannya adalah untuk menonjolkan sisi menarik
ataupun bagian utama dari sebuah desain.
Format Gambar Yang Paling Banyak
Digunakan
Raster
Image Files
Raster adalah format gambar yang paling umum dan
banyak ditemukan di internet. Gambar-gambar dalam tipe ini dibentuk dari
serangkaian titik-titik kecil atau disebut dengan piksel. Nah jika Anda melihat
gambar Raster hitam putih, misalnya, gambar tersebut sebenarnya adalah kumpulan
titik-titik yang memiliki warna hitam dan putih.
Banyaknya piksel dalam format Raster akan menentukan
resolusi suatu gambar, baik itu tinggi maupun rendah. Sayangnya karena dibentuk
dari susunan piksel, format Raster cenderung statis dan bergantung kepada
resolusi, sehingga menjadi blur ketika diperbesar.
Dalam format Raster juga dikenal adanya lossless dan lossy
compression. Dengan skema lossless compression, Anda bisa
memperkecil ukuran gambar tanpa mempengaruhi kualitasnya. Sebaliknya, gambar
yang tergolong ke dalam lossy compression akan berkurang
kualitasnya jika diperkecil.
Adapun beberapa format gambar yang masuk ke dalam
kategori Raster diantaranya adalah sebagai berikut:
1. PNG (Portable Network Graphics)
PNG adalah salah satu format terpopuler yang bisa
menampilkan gambar dengan latar belakang transparan. Format ini banyak
digunakan untuk membuat infografis, banner, chart,
logo, ilustrasi, komik, dan banyak produk grafis lainnya.
Selain itu, PNG juga mendukung lossless
compression dan menawarkan warna yang tajam. Sayangnya, format ini
cenderung mempunyai ukuran yang besar dan hanya bisa disimpan dalam mode RGB.
2. JPEG/JPG (Joint Photographic Experts Group)
JPEG adalah format yang paling banyak digunakan di
internet. Beberapa platform sosial media seperti Facebook dan Instagram bahkan
secara otomatis akan mengubah format gambar yang diunggah menjadi JPEG.
Yang paling spesial, JPEG kompatibel dengan
berbagai browser, image viewers, dan berbagai editor
software; serta mempunyai ukuran file yang kecil. Namun
sisi kekurangannya adalah, JPEG masuk ke dalam tipe lossy compression, sehingga
kualitasnya akan menurun jika diperbesar.
3. GIF (Graphics Interchange Format)
Sering melihat gambar GIF di sosial media? Ya, GIF
dikenal karena kemampuannya dalam menampilkan animasi yang menarik dan
kekinian, sehingga banyak digunakan dalam strategi social media
marketing.
Kabar baiknya, GIF mempunyai ukuran file yang
kecil, mendukung mode transparan, dan termasuk ke dalam lossless
compression. Namun di sisi lain, format ini sayangnya tidak dibekali dengan
kualitas gambar yang tinggi serta mempunyai dukungan warna yang terbatas.
4. TIFF (Tagged Image File Format)
Dengan kualitas gambar yang sangat tinggi, TIFF banyak
digunakan dalam industri cetak maupun penerbitan. Tapi ingat, jangan pernah
menggunakan format ini untuk web; karena selain tidak kompatibel dengan
berbagai browser, TIFF juga mempunyai ukuran file yang
besar.
5. PSD (Photoshop Document)
PSD adalah format file gambar yang
dibuat maupun disimpan di aplikasi Adobe Photoshop. Uniknya, PSD bisa diubah ke
format lain seperti JPEG dan PNG. Namun sayangnya, format ini tidak bisa
dilihat dari browser maupun aplikasi image viewers,
sehingga tidak disarankan untuk konten web.
Nah selain kelima format file di
atas, beberapa format lainnya seperti WebP, BMP (Bitmap), Raw, Exif (Exchangeable
image file format), ICO, dan HEIF (High Efficiency
Image File Format) juga termasuk ke dalam kategori Raster.
Vector
Image File Formats
Gambar-gambar dalam format Vektor dihasilkan dari
titik, garis, maupun kurva berdasarkan formula matematis dalam komputer. Itulah
mengapa setiap bentuk dan warna yang dihasilkan dari susunan-susunan vektor
tidak terikat pada piksel; sehingga dapat diperbesar tanpa mempengaruhi
kualitas atau resolusinya.
Beberapa format gambar yang termasuk ke dalam kategori
Vector antara lain:
1. SVG (Scalable Vector Graphics)
SVG merupakan format grafis berbasis XML (Extensible
Markup Language) dan banyak digunakan untuk membuatkan ilustrasi, diagram,
logo, ikon, hingga animasi untuk website. Kabar baiknya, SVG menawarkan
ukuran file yang kecil dan dapat diakses dari berbagai web
browsers.
2. AI (Adobe Illustrator)
AI merupakan format gambar yang dihasilkan dari
aplikasi Adobe Illustrator. Format AI memang tidak bisa diunggah secara
langsung untuk web. Tapi kabar baiknya, Anda bisa terlebih dahulu mengubahnya
menjadi format lain seperti JPEG, PNG, dan GIF; sehingga pada akhirnya tetap
bisa dimanfaatkan untuk konten web. Berbeda dengan PSD, AI bisa ditingkatkan
atau dikurangi skalanya tanpa mengurangi kualitasnya.
3. PDF (Portable Document Format)
Sering membuat dan mengunduh file PDF? Nah, format ini
juga termasuk ke dalam kategori Vector dan bisa digunakan untuk menampilkan
ilustrasi, poster, desain sampul, serta konten grafis lainnya. Menariknya, Anda
juga bisa menambahkan animasi, tombol call-to-action, serta elemen-elemen
lainnya dalam PDF. Biasanya, PDF hanya dijadikan lampiran atau pelengkap konten
website dalam file terpisah, dan tidak bisa ditampilkan secara
langsung layaknya JPEG maupun PNG.
Tidak hanya tiga format tadi, beberapa format
seperti EPS (Encapsulated Postscript) dan CGM (Computer
Graphics Metafile) juga termasuk ke dalam kategori Vector.
Sumber :
-
https://www.niagahoster.co.id/blog/hierarki-visual-desain-website/
-
https://qwords.com/blog/format-gambar/









Komentar
Posting Komentar